Sabtu, Februari 21, 2026
BerandaDAERAHKOTAMOBAGUKian Over Kapasitas, DLH Kotamobagu Batasi Sampah Masuk dari Luar Wilayah

Kian Over Kapasitas, DLH Kotamobagu Batasi Sampah Masuk dari Luar Wilayah

Berita-BMR.com | KOTAMOBAGU — Kondisi Tempat Pembuangan Akhir (TPA) di Kotamobagu yang semakin padat mendorong pemerintah daerah mengambil langkah tegas. Melalui Dinas Lingkungan Hidup Kotamobagu, arus sampah dari luar wilayah resmi dibatasi sementara waktu.

Penegasan tersebut disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kotamobagu, Erwin Pasambuna, menyusul kondisi TPA yang dinilai sudah kian over kapasitas dan membutuhkan penanganan serius.

“Mulai hari ini sudah ada penegasan. Sampah yang akan masuk dari luar Kotamobagu untuk sementara harus dihentikan,” tegas Erwin.

Menurutnya, kebijakan ini merupakan langkah darurat guna mengendalikan volume sampah yang terus meningkat setiap harinya. Jika tidak segera diantisipasi, kondisi tersebut dikhawatirkan berdampak pada pencemaran lingkungan serta mengganggu sistem pengelolaan sampah yang sudah berjalan.

Tak hanya membatasi sampah dari luar daerah, DLH Kotamobagu juga akan memperketat pengaturan di tingkat internal. Dalam waktu dekat, pihaknya akan menyampaikan pemberitahuan resmi kepada pemerintah kelurahan dan desa terkait penegasan jam buang sampah.

Selain itu, DLH juga akan mengatur jenis limbah tertentu yang tidak lagi diperbolehkan dibuang ke TPA, termasuk material seperti batang dan pohon berukuran besar yang dinilai mempercepat penumpukan dan mengurangi kapasitas tampung.

“Kami akan segera menyosialisasikan ke kelurahan dan desa mengenai jam buang sampah yang harus dipatuhi, serta jenis-jenis material yang tidak bisa lagi dibuang ke TPA. Ini penting agar pengelolaan sampah lebih tertib dan terkontrol,” tambahnya.

Langkah ini menjadi sinyal kuat bahwa pengelolaan sampah bukan hanya tanggung jawab pemerintah, tetapi juga membutuhkan kesadaran dan partisipasi aktif seluruh masyarakat. Dengan kebijakan pembatasan dan penertiban ini, diharapkan sistem pengelolaan sampah di Kotamobagu dapat berjalan lebih efektif, berkelanjutan, dan ramah lingkungan.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular