Sabtu, Februari 21, 2026
BerandaDAERAHKOTAMOBAGUSoekarno Hatta: PAN Bukan Sekadar Papan Nama, Tapi Mesin Kerja Politik untuk...

Soekarno Hatta: PAN Bukan Sekadar Papan Nama, Tapi Mesin Kerja Politik untuk Rakyat

Berita-BMR.com | KOTAMOBAGU – Usai mengikuti Musyawarah Daerah (Musda) ke-VI DPW Partai Amanat Nasional (PAN) Sulawesi Utara di Kampung Jawa Tondano, Kabupaten Minahasa, Soekarno Hatta yang akrab disapa “Paman Mimin” resmi didaulat menakhodai DPD PAN Kotamobagu. Momentum tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan titik awal kebangkitan dan rekonstruksi besar PAN di Bumi Totabuan.

Dengan nada tegas dan penuh optimisme, Paman Mimin menegaskan komitmennya untuk mengembalikan marwah PAN yang pernah berada di puncak kejayaan.

“Target kami jelas, terukur, terstruktur, sistematis, dan masif. PAN harus kembali sejajar dengan partai-partai lain di Kotamobagu,” ujarnya.

Namun lebih dari sekadar target elektoral, ia menekankan bahwa PAN harus benar-benar hidup di tengah masyarakat.

Menurutnya, PAN Kotamobagu harus menjadi rumah besar aspirasi rakyat, tempat masyarakat mengadu, berdiskusi, dan berjuang bersama. Partai tidak boleh hanya aktif saat kampanye, tetapi harus hadir dalam denyut kehidupan sehari-hari warga.

“PAN Kotamobagu harus hadir. Bukan hanya saat baliho terpasang atau saat suara dibutuhkan, tetapi menjadi bagian dari solusi atas persoalan rakyat,” tegasnya.

Parca terpilihnya sebagai Ketua DPD PAN Kotamobagu yang baru di Musda PAN Sulut ke-VI di Tondano, Paman Mimin, mengatakan bahwa hal itu bukanlah hanya sekadar pergantian kepemimpinan. Ini adalah upaya rekonstruksi identitas partai agar kembali pada jati dirinya sebagai partai yang berlandaskan Pancasila dan UUD 1945.

“Ini bukan cuma soal kursi ketua. Ini pertaruhan, apakah PAN tetap jadi papan nama, atau berubah menjadi mesin kerja politik yang benar-benar dirasakan masyarakat Kotamobagu,” katanya lugas.

Karena itu, lanjut “Mimin” menambahkan bahwa langkah awal yang akan dilakukan guna menjadikan partai Besutan Ketum Zulkifli Hasan, di Kotamobagu, ini bisa kembali merebut kejayaan, adalah pembenahan komposisi struktur partai perlu dilakukan, mulai dari tingkat DPD, DPC, DPRt hingga anak ranting. Konsolidasi organisasi dinilai menjadi fondasi utama untuk membangun kekuatan politik yang solid dan berakar.

Bahkan, lanjut Mimin mengatakan, dalam arah barunya, PAN Kotamobagu harus tampil sebagai partai yang rukun dalam internal, santun dalam komunikasi politik, serta menjadi panutan di tengah masyarakat.

“PAN Rukun, Santun, Panutan, kedePAN jadi Rebutan.” Serta mengusung semangat: “Modal Moral Rebut Elektoral.”

Tagline tersebut menjadi simbol arah baru gerakan PAN Kotamobagu bahwa kemenangan politik tidak hanya dibangun dengan strategi, tetapi juga dengan etika, moralitas, dan kerja nyata di tengah rakyat.

Dari Tondano, semangat itu kini dibawa pulang ke Kotamobagu. Di tangan Soekarno Hatta “Paman Mimin”, PAN bersiap bertransformasi: dari sekadar partai politik menjadi kekuatan sosial yang hadir, bekerja, dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular