Berita-BMR.com | Kotamobagu – Menjelang puncak Ramadan, geliat ekonomi masyarakat Kota Kotamobagu semakin terasa. Salah satu pusat keramaian yang menjadi magnet warga adalah Pasar Senggol Bersahabat yang berlokasi di eks Rumah Sakit Datoe Binangkang, Kelurahan Kotamobagu, Kecamatan Kotamobagu Barat, Kamis (19/3/2026).
Di tengah hiruk-pikuk aktivitas jual beli, Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, bersama Wakil Wali Kota, Rendy Virgiawan Mangkat, turun langsung meninjau kondisi pasar. Kunjungan ini bukan sekadar seremonial, melainkan bentuk kepedulian pemerintah terhadap stabilitas dan kenyamanan aktivitas ekonomi masyarakat di momen yang sangat krusial.
Didampingi unsur aparat dan tokoh masyarakat, seperti Kabag Ops Polres Kotamobagu AKP Rusdin Zima, Ketua Asosiasi Pedagang Poyowa Kecil, Ketua Pemuda Kampung Baru, serta Babinsa Kotamobagu Sertu Muhammad Arfah Nur, keduanya menyusuri lapak demi lapak, berdialog dengan pedagang, sekaligus memantau langsung situasi di lapangan.
Wali Kota Weny Gaib menegaskan bahwa keberadaan Pasar Senggol memiliki peran strategis dalam menggerakkan roda ekonomi daerah, terutama menjelang Hari Raya Idul Fitri. Ia menilai, aktivitas perdagangan yang meningkat harus diimbangi dengan pengelolaan yang baik agar tetap aman dan tertib.
“Kami ingin memastikan aktivitas masyarakat di pasar ini berjalan dengan lancar, aman, dan tertib. Pemerintah tentu mendukung penuh karena ini adalah bagian dari perputaran ekonomi yang sangat penting bagi warga,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama menjaga ketertiban selama pasar berlangsung. Menurutnya, suasana yang kondusif akan memberikan rasa nyaman, baik bagi pedagang maupun pengunjung.
Senada dengan itu, Wakil Wali Kota Rendy Virgiawan Mangkat menyoroti dimensi lain dari Pasar Senggol sebagai ruang interaksi sosial. Ia menilai, pasar ini bukan hanya tempat transaksi, tetapi juga menjadi titik temu yang memperkuat hubungan antarwarga.
“Sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat menjadi kunci agar kegiatan ini dapat berjalan dengan baik hingga selesai,” ujarnya.
Sementara itu, apresiasi datang dari kalangan pedagang. Ketua Asosiasi Pedagang Poyowa Kecil, Sarjan Korompot, menyampaikan rasa terima kasih atas perhatian yang diberikan pemerintah daerah. Ia menilai kehadiran langsung pimpinan daerah menjadi bukti nyata dukungan terhadap pelaku usaha kecil.
Menurutnya, Pasar Senggol bukan sekadar aktivitas musiman, tetapi memiliki potensi besar dalam meningkatkan kesejahteraan pedagang jika terus didukung dan dikembangkan.
Dengan pengawasan langsung dari pemerintah serta kolaborasi berbagai pihak, Pasar Senggol Bersahabat diharapkan tidak hanya menjadi pusat perbelanjaan jelang lebaran, tetapi juga simbol bangkitnya ekonomi kerakyatan di Kota Kotamobagu.


