Minggu, Juli 5, 2026
BerandaDAERAHBOLMONGDelapan Hari Berjuang, Pencarian Korban Longsor Resmi Ditutup: Rivaldo Masih Belum Ditemukan

Delapan Hari Berjuang, Pencarian Korban Longsor Resmi Ditutup: Rivaldo Masih Belum Ditemukan

Berita-BMR.COM | Bolmong – Harapan yang terus dipanjatkan selama delapan hari akhirnya harus berhadapan dengan kenyataan pahit. Operasi pencarian korban longsor yang melibatkan Tim SAR Gabungan resmi dihentikan pada Jumat (3/7/2026), setelah seluruh upaya pencarian dilakukan secara maksimal namun belum berhasil menemukan satu korban yang masih dinyatakan hilang.

Penutupan operasi dipimpin oleh Basarnas Pos Kotamobagu selaku leading sector dalam penanganan bencana, berdasarkan hasil kesepakatan bersama seluruh unsur Tim SAR Gabungan dan pihak keluarga korban.

Keputusan tersebut diambil usai briefing yang berlangsung pada pukul 17.00 WITA. Dalam pertemuan itu, keluarga korban Rivaldo Kandow alias Baim, warga Wineru, menerima dengan penuh keikhlasan penghentian operasi pencarian setelah seluruh tahapan penyisiran dinyatakan telah dilakukan.

Sebelum operasi resmi ditutup, Tim K-9 Polda Sulawesi Utara terlebih dahulu melakukan penyisiran di titik akhir pencarian. Area yang dicurigai oleh anjing pelacak kemudian dibongkar menggunakan alat berat milik PT BDL guna memastikan kemungkinan keberadaan korban. Namun setelah dilakukan penggalian dengan ekskavator, hasilnya tetap nihil.

Tak berhenti di situ, Tim SAR Gabungan kembali melakukan penyisiran secara manual di lokasi yang sama. Meski seluruh personel telah mengerahkan kemampuan dan tenaga terbaiknya, keberadaan Rivaldo belum juga berhasil ditemukan.

Dari dua korban yang tertimbun longsor, satu korban atas nama Alif Tamimu sebelumnya telah ditemukan dalam kondisi meninggal dunia. Sementara Rivaldo Kandow alias Baim hingga berakhirnya operasi pencarian masih belum ditemukan.

Suasana haru menyelimuti lokasi saat personel Basarnas Pos Kotamobagu, BPBD Bolaang Mongondow, TNI, Polri, Tim Rescue PT BDL, Tim Rescue Palu Sulawesi Tengah, Tim K-9 Polda Sulawesi Utara, serta keluarga korban meninggalkan area longsor yang selama delapan hari menjadi pusat harapan dan perjuangan.

Meski operasi SAR resmi dihentikan, Basarnas Pos Kotamobagu menegaskan komitmennya untuk tetap memberikan bantuan kemanusiaan apabila di kemudian hari korban ditemukan oleh keluarga atau masyarakat. Tim SAR Gabungan menyatakan siap kembali membantu proses evakuasi hingga pemulangan jenazah kepada pihak keluarga.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular