Berita-BMR.com | Kotamobagu Wakil Wali Kota Kotamobagu, Rendy Virgiawan Mangkat, ikut menghadiri High Level Meeting (HLM) yang melibatkan TPID, TP2ED, TPAKD, dan KDEKS Provinsi Sulawesi Utara beserta seluruh kabupaten/kota di Sulut. Kegiatan ini berlangsung di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sulawesi Utara dan menitikberatkan pada penguatan sinergi antar pemerintah daerah serta pemangku kepentingan strategis.
Pertemuan tersebut menekankan pentingnya koordinasi dalam menjaga stabilitas harga, mengendalikan inflasi, dan mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif serta berkelanjutan. Wakil Wali Kota Rendy Mangkat menyatakan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi faktor utama menghadapi berbagai tantangan ekonomi, termasuk fluktuasi harga kebutuhan pokok.
“Melalui forum ini, kami berharap tercipta langkah konkret yang dapat memperkuat ketahanan ekonomi daerah sekaligus menjaga daya beli masyarakat,” ujar Rendy Mangkat.
Gubernur Sulawesi Utara, Yulius Selvanus Komaling, dalam arahannya memaparkan kinerja ekonomi Sulut tahun 2025 yang mencatat pertumbuhan 5,66 persen dengan inflasi terkendali 1,23 persen (yoy). Ia juga menekankan empat pilar transformasi ekonomi daerah: percepatan digitalisasi, peningkatan investasi dan realisasi APBD, perluasan akses keuangan inklusif, serta pengembangan ekonomi dan keuangan syariah.
Forum ini diharapkan menjadi wadah strategis bagi pemerintah daerah untuk menyiapkan langkah-langkah konkret dalam mengelola perekonomian daerah, menjaga stabilitas harga, dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui sinergi dan kolaborasi lintas sektor.


