Berita-BMR.com | Bolmong – Pemerintah pusat dan daerah menegaskan komitmennya untuk membuka jalan pendidikan bagi anak-anak kurang mampu di Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong) melalui program Sekolah Rakyat Tahap III. Audiensi terkait pembangunan sekolah ini berlangsung di kantor Kementerian Sosial (Kemensos), Jl. Salemba Raya, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Drs. K.H. Saifullah Yusuf, S.I.P. (Gus Ipul), pejabat eselon Kemensos, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi, SE, M.Si, serta jajaran Dinas Sosial Bolmong.
Program Sekolah Rakyat Bolmong dirancang untuk menampung 1.000 anak, dengan kuota awal 300 peserta dari jenjang SD, SMP, dan SMA. Peserta berasal dari keluarga miskin ekstrem (desil 1–2) yang telah terdata di Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS). Seleksi peserta dilakukan melalui verifikasi KTP dan data keluarga untuk memastikan bantuan tepat sasaran.
Pembangunan sekolah ini telah memenuhi seluruh persyaratan administratif dan teknis, termasuk status lahan yang bersih dan clear sesuai persetujuan Kementerian Pekerjaan Umum. Tahap pembangunan dijadwalkan melalui lelang Maret–Juli 2026, konstruksi gedung Oktober 2026, perekrutan guru dan murid Februari 2027, dan kegiatan belajar mengajar dimulai Juli 2027.
Bupati Bolmong, Yusra Alhabsyi, menegaskan bahwa Sekolah Rakyat bukan sekadar gedung, tetapi investasi jangka panjang bagi generasi muda.
“Program ini bukan hanya membangun sekolah, tetapi membangun masa depan anak-anak Bolmong. Pendidikan berkualitas bagi anak-anak kurang mampu adalah prioritas kami,” ujar Yusra.
Sementara itu, Menteri Sosial Gus Ipul menekankan bahwa Sekolah Rakyat adalah upaya pemerintah menjangkau anak-anak dari keluarga miskin ekstrem di daerah tertinggal, agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang.
“Kami ingin setiap anak, tanpa terkendala ekonomi, bisa menimba ilmu, berkembang, dan meraih masa depan lebih baik,” kata Gus Ipul.
Dengan dukungan penuh pemerintah pusat dan daerah, Sekolah Rakyat Bolmong diharapkan menjadi ikon pendidikan bagi anak kurang mampu, menyediakan fasilitas modern, tenaga pengajar profesional, dan membuka peluang bagi generasi muda untuk meraih masa depan setara dan berkualitas.


