Kamis, Februari 26, 2026
BerandaDAERAHBOLMONGTak Sekadar Safari, Bupati Bolmong Tinjau Infrastruktur dan Realisasikan Aspirasi Warga Mengkang

Tak Sekadar Safari, Bupati Bolmong Tinjau Infrastruktur dan Realisasikan Aspirasi Warga Mengkang

Berita-BMR.com | Bolmong – Safari Ramadan 1447 Hijriah/2026 Masehi menjadi momentum istimewa bagi masyarakat Desa Mengkang, Kecamatan Lolayan. Kehadiran Bupati Bolaang Mongondow bersama jajaran Pemerintah Daerah disambut penuh antusias, hangat, dan sarat rasa syukur.

Kegiatan yang dikemas dalam nuansa religius dan kebersamaan ini bukan sekadar agenda tahunan, tetapi menjadi ruang silaturahmi langsung antara pemimpin daerah dan masyarakat di akar rumput.

Camat Lolayan, Ip Linggotu, dalam sambutannya menyampaikan gambaran umum Desa Mengkang. Dengan luas wilayah kurang lebih 485,5 hektare dan jumlah penduduk 60 kepala keluarga (103 laki-laki dan 82 perempuan), desa ini terus berbenah di tengah keterbatasan.

Ia secara khusus menyampaikan terima kasih kepada Bupati Bolaang Mongondow (bolmong) dibawah kepemimpinan Bupati Yusra Alhabsyi, SE., MSi., atas perhatian nyata terhadap kebutuhan warga.

“Selama bertahun-tahun kami mengusulkan penerangan lampu jalan, namun belum terealisasi. Alhamdulillah, dengan kedatangan Pak Bupati Yusra Alhabsyi, enam titik lampu jalan langsung diperintahkan untuk dipasang. Ini benar-benar menjadi berkah bagi Desa Mengkang,” ungkapnya.

Tak hanya penerangan, Camat juga berharap perhatian terhadap akses jalan perkebunan yang masih membutuhkan peningkatan, dari pengerasan menuju pengaspalan, agar mobilitas dan aktivitas ekonomi warga semakin lancar.

Kehadiran Bupati dan rombongan, menurutnya, menjadi energi baru bagi Kecamatan Lolayan, khususnya Desa Mengkang, untuk terus berkembang.

Safari Ramadan semakin khidmat dengan tausiah yang disampaikan oleh Habib Abdurahman Bin Jindan. Dalam ceramahnya, ia mengajak jamaah untuk memperbanyak shalawat kepada Nabi Muhammad SAW serta memahami makna puasa Ramadan secara lebih mendalam.

Ia menjelaskan bahwa kewajiban puasa Ramadan ditetapkan pada tahun kedua Hijrah Nabi Muhammad SAW, setelah turunnya ayat dalam Surah Al-Baqarah pada bulan Sya’ban. Selama hidupnya, Rasulullah SAW hanya sembilan kali menjalankan puasa Ramadan — delapan kali berjumlah 29 hari dan satu kali 30 hari.

“Di situ ada pelajaran bagi kita, bahwa perbedaan jumlah hari dalam Ramadan adalah bagian dari sunnatullah. Umat akan berbeda dalam penetapan, dan itu sudah ada ibrahnya sejak zaman Rasulullah,” jelasnya.

Tausiah tersebut menjadi pengingat bahwa Ramadan bukan sekadar menahan lapar dan dahaga, melainkan momentum meningkatkan ketakwaan dan memperkuat persatuan umat.

Dalam kesempatan itu, Bupati Bolmong Yusra Alhabsyi juga meninjau langsung kondisi infrastruktur desa, sarana pendidikan, layanan kesehatan, hingga potensi ekonomi masyarakat. Langkah ini menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memastikan pembangunan berjalan merata hingga pelosok.

Memasuki tahun kedua kepemimpinannya bersama Wakil Bupati Dony Lumenta, Bupati Yusra Alhabsyi menegaskan bahwa pemetaan kondisi riil di lapangan menjadi kunci dalam merealisasikan visi dan misi pemerintahan.

“Pemerintah tidak boleh hanya menerima laporan di atas meja. Kami harus melihat langsung kondisi masyarakat agar kebijakan yang diambil benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Safari Ramadan di Desa Mengkang pun menjadi simbol kepemimpinan yang hadir dan mendengar. Di bawah langit Ramadan yang penuh berkah, silaturahmi terjalin, aspirasi tersampaikan, dan harapan baru pun tumbuh — bahwa pembangunan di Bolaang Mongondow akan terus bergerak, menyentuh setiap desa, dan membawa kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular