Sabtu, Mei 9, 2026
BerandaAdvertorialKotamobagu Menanam Masa Depan: Sinergi Nyata Menuju Swasembada Pangan 2026

Kotamobagu Menanam Masa Depan: Sinergi Nyata Menuju Swasembada Pangan 2026

Berita-BMR.com | Kotamobagu – Di tengah hamparan subur Kelurahan Motoboi Kecil, Kecamatan Kotamobagu Selatan, menjadi sebuah gerakan besar tengah digelorakan. Bukan sekadar panen raya, melainkan simbol kolaborasi dan komitmen nasional menuju kemandirian pangan.

Melalui kegiatan bertajuk “Polri Bersama Rakyat Mendukung Swasembada Pangan 2026”, Kepolisian Republik Indonesia kembali menegaskan perannya yang semakin luas—tidak hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi motor penggerak kesejahteraan masyarakat.

Kegiatan tersebut digelar pada Jumat, 10 April 2026 ini menghadirkan panen raya sekaligus penanaman jagung sebagai langkah nyata memperkuat ketahanan pangan nasional antara Masyarakat Petani, Polri dan Pemerintah

Wali Kota dan Polri Turun ke Sawah, Jagung Jadi Simbol Kekuatan Pangan Kotamobagu
Wali Kota dr Weny Gaib Dampingi Kakorbinmas Baharkam Polri (Foto: Zulharman A/berita-bmr.com)

Agenda strategis ini dihadir langsung oleh Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, SE., MH., yang turut didampingi Wali Kota Kotamobagu, dr Weny Gaib, SpM., bersama jajaran pemerintah daerah, unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, hingga kelompok tani yang menjadi garda terdepan sektor pangan.

Mewakili Kapolda Sulawesi Utara, Irjen Pol Roycke H. Langie, Dirbinmas Polda Sulut, Rio Alexander Panelewen, menegaskan bahwa kegiatan ini jauh melampaui seremoni semata. Ini adalah wujud konkret sinergi lintas sektor yang berkelanjutan.

“Polri tidak hanya hadir menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga bertransformasi menjadi penggerak kesejahteraan masyarakat. Ketahanan pangan adalah bagian penting dari itu,” ujarnya.

Polda Sulut Dukung Swasembada Pangan 2026, Kakorbinmas Hadir Perkuat Sinergi Tiga Pilar Bersama Petani Kotamobagu
Panen Raya dan Penanaman Jagung, Kakorbinmas Baharkam Polri, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja, SE., MH., Didampingi Walikota Kotamobagu dr Weny Gaib, SpM (Foto: Zulharman A/berita-bmr.com)

Panen raya yang dilaksanakan menjadi bukti nyata keberhasilan kolaborasi antara Polri, pemerintah daerah, dan para petani. Sementara itu, penanaman jagung yang dilakukan secara simbolis menjadi langkah strategis menjaga kesinambungan produksi pangan di masa mendatang.

Dalam arahannya, Irjen Pol Kalingga Rendra Raharja menegaskan bahwa Polri berada di garis depan dalam mendukung program pemerintah, termasuk menjaga stabilitas harga dan ketersediaan bahan pangan melalui Gerakan Pangan Murah.

Ia mengungkapkan bahwa secara nasional, stok beras dalam kondisi aman, dan Polri melalui Satgas Gerakan Pangan Murah telah menyalurkan ribuan ton beras berkualitas dengan harga terjangkau bagi masyarakat.

“Ini adalah bagian dari langkah besar bangsa menuju swasembada pangan tahun 2026. Polri bersama pemerintah akan terus memastikan ketersediaan dan keterjangkauan pangan,” tegasnya.

Kotamobagu Menanam Masa Depan: Sinergi Nyata Menuju Swasembada Pangan 2026
Kotamobagu Menanam Masa Depan: Sinergi Nyata Menuju Swasembada Pangan 2026 (Foto: Zulharman A/berita-bmr.com)

Lebih jauh, ia memberikan apresiasi kepada seluruh pihak, khususnya Polres Kotamobagu, pemerintah daerah, dan kelompok tani yang dinilai proaktif dalam mendukung program strategis ini. Menurutnya, ketahanan pangan merupakan fondasi utama ketahanan nasional yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat serta stabilitas keamanan dan ketertiban.

“Yang kita tanam hari ini bukan sekadar jagung, tetapi juga harapan untuk masa depan yang lebih mandiri dan sejahtera,” ungkapnya.

Sementara itu, Wali Kota Kotamobagu, Weny Gaib, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Korbinmas Baharkam Polri terhadap sektor pertanian di daerah. Ia menilai keterlibatan Polri merupakan bentuk nyata kepedulian terhadap kesejahteraan masyarakat.

“Ketahanan pangan bukan hanya program, tetapi gerakan bersama. Kita butuh kolaborasi semua pihak untuk memastikan keberlanjutan,” tegasnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam memanfaatkan potensi lahan yang ada, guna memperkuat fondasi ekonomi lokal sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional.

Kegiatan ini diharapkan mampu membangkitkan kembali semangat gotong royong, meningkatkan produktivitas pertanian, serta memperluas partisipasi masyarakat dalam pembangunan sektor pangan. Dengan sinergi yang kuat antara Polri, pemerintah, dan rakyat, target besar swasembada pangan 2026 bukan sekadar harapan—melainkan tujuan yang kian nyata untuk diwujudkan bersama.

(Advertorial)

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular