Berita-BMR.com | Minahasa – Penguatan peran dakwah berbasis pendidikan kembali ditegaskan dalam pengukuhan Pimpinan Wilayah (PW) Persatuan Islam (Persis) Sulawesi Utara. Prosesi yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung Wakil Ketua Umum Pimpinan Pusat Persis yang juga menjabat sebagai Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atif Latifuhayat.
Dalam arahannya, Atif menempatkan Persis sebagai organisasi Islam dengan fondasi historis kuat yang telah hadir jauh sebelum kemerdekaan Indonesia. Sejak awal berdiri, Persis dikenal sebagai gerakan tajdid yang konsisten mengusung pemurnian ajaran Islam sekaligus mendorong kemajuan umat melalui jalur pendidikan.
Ia mengaitkan semangat tersebut dengan kiprah tokoh nasional Mohammad Natsir, yang dinilai berhasil memadukan nilai keislaman, kebangsaan, dan pendidikan dalam kepemimpinannya. Dalam lintasan sejarah, kontribusi tokoh-tokoh Islam juga tercermin dari peran Sumitro Djojohadikusumo yang pernah dipercaya mengelola sektor perdagangan nasional.
Menurut Atif, rekam jejak tersebut menjadi bukti bahwa umat Islam memiliki peran strategis dalam membangun fondasi bangsa, baik di bidang ekonomi maupun pendidikan. Karena itu, ia menekankan pentingnya Persis mengambil posisi terdepan dalam mencetak generasi unggul yang berilmu dan berlandaskan tauhid.
Di tingkat daerah, Ketua PW Persis Sulawesi Utara, Ujang Mohammad Syujaai, menegaskan komitmen organisasi untuk memperkuat dakwah yang berorientasi pada pemurnian akidah dan pengembangan pendidikan. Arah gerakan Persis di Sulut, kata dia, akan difokuskan pada pembinaan umat yang tidak hanya kuat secara spiritual, tetapi juga memiliki kapasitas intelektual dan daya saing.
Momentum pengukuhan ini dinilai sebagai titik awal konsolidasi organisasi agar lebih terstruktur dan progresif. Dengan penguatan tersebut, Persis Sulawesi Utara diharapkan mampu menghadirkan kontribusi nyata di tengah masyarakat, khususnya dalam mendorong pembangunan berbasis pendidikan dan pembinaan generasi masa depan.


