Berita-BMR.COM | MANADO — Usai resmi dilantik sebagai pimpinan wilayah, jajaran PW Persis Sulawesi Utara mulai merapatkan barisan guna menjalankan amanah organisasi melalui sejumlah program strategis yang menjadi prioritas gerakan ke depan.
Komitmen tersebut mengemuka dalam Musyawarah Kerja Pimpinan Wilayah Persatuan Islam Sulawesi Utara yang menitikberatkan pada penguatan jam’iyah, kaderisasi, kelembagaan organisasi, hingga pembangunan lembaga pendidikan Persis di Sulawesi Utara.
Ketua PW Persis Sulawesi Utara, Ujang Mohammad Syujaai, menegaskan bahwa musyawarah kerja menjadi momentum awal untuk menyatukan langkah dan memperkuat arah perjuangan dakwah Persis di daerah.
Menurutnya, organisasi harus mampu hadir lebih dekat dengan umat melalui gerakan dakwah yang terstruktur, pembinaan anggota yang berkelanjutan, serta penguatan sinergi antarlembaga dan bidang kerja di internal organisasi.
Selain pembenahan internal, PW Persis Sulut juga mendorong perluasan dakwah ke tengah masyarakat dengan membangun komunikasi dan kolaborasi bersama berbagai elemen, termasuk pemerintah daerah dan organisasi kemasyarakatan lainnya.
Dalam agenda penguatan kelembagaan, Persis Sulut menargetkan pembentukan Pimpinan Daerah Persis di sejumlah kabupaten dan kota di Sulawesi Utara guna memperluas jangkauan pembinaan umat dan konsolidasi organisasi.
Sementara di sektor kaderisasi, Persis Sulut menyiapkan langkah strategis untuk mencetak generasi muda Islam yang berpegang pada Al-Qur’an dan Sunnah. Salah satu program unggulan yang tengah dipersiapkan yakni pemberian kesempatan pendidikan gratis bagi generasi muda Sulawesi Utara untuk menempuh pendidikan di lembaga pendidikan Persis di Jawa Barat.
Program tersebut diharapkan melahirkan kader-kader dakwah yang nantinya kembali ke daerah untuk memperkuat pembinaan umat serta mengembangkan gerakan Persis di Sulawesi Utara.
Tak hanya fokus pada penguatan organisasi, PW Persis Sulut juga menargetkan pembangunan lembaga pendidikan Persis sebagai pusat pembinaan akidah, pengembangan ilmu pengetahuan, dan pembentukan karakter generasi Islam.
Bagi Persis Sulut, pendidikan dinilai menjadi pondasi utama dalam membangun peradaban Islam serta memperkuat dakwah jangka panjang di tengah masyarakat.
“Persis harus hadir sebagai jam’iyah yang membina umat, melahirkan kader, dan membangun peradaban Islam melalui pendidikan serta penguatan akidah,” tegas Ujang Mohammad Syujaai.


