Sabtu, September 5, 2026
BerandaDAERAHKOTAMOBAGUAntrean BBM Mengular, Pemkot Kotamobagu Gerak Cepat Redam Keresahan Warga

Antrean BBM Mengular, Pemkot Kotamobagu Gerak Cepat Redam Keresahan Warga

Berita-BMR.com | KOTAMOBAGU — Antrean panjang kendaraan di sejumlah SPBU yang sempat mengular dan memicu keresahan masyarakat mendapat perhatian serius Pemerintah Kota Kotamobagu.

Tak ingin persoalan tersebut berkembang menjadi kepanikan di tengah masyarakat, Pemkot Kotamobagu bergerak cepat dengan mempertemukan pihak Pertamina Patra Niaga SulutGo, aparat keamanan, perangkat daerah terkait hingga pengelola SPBU dalam rapat koordinasi, Jumat (4/9/2026) sore.

Pertemuan yang berlangsung di ruang kerja Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kota Kotamobagu itu merupakan tindak lanjut atas arahan Wali Kota Kotamobagu, menyusul kondisi antrean BBM yang terjadi di sejumlah titik.

Pemkot tidak hanya ingin mendengar laporan dari lapangan, tetapi memastikan langsung kepada pihak yang bertanggung jawab atas distribusi BBM mengenai kondisi sebenarnya.

Asisten Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekda Kota Kotamobagu, Noval C. Manoppo, S.E., M.M., mengatakan pihaknya secara khusus mengundang Pertamina untuk hadir dan bersama-sama melihat persoalan yang terjadi.

“Hari ini, kami telah melaksanakan pertemuan dan berkoordinasi bersama perwakilan PT Pertamina, Polres Kotamobagu, Kodim 1303 Bolaang Mongondow, sejumlah Perangkat Daerah terkait, dan pengelola SPBU. Ini sesuai arahan Bapak Wali Kota Kotamobagu, yang secara khusus mengundang pihak PT Pertamina agar hadir secara langsung di Kota Kotamobagu untuk bersama-sama melihat kondisi yang terjadi di lapangan,” ujar Noval.

Langkah tersebut menjadi penting di tengah meningkatnya kekhawatiran warga yang melihat antrean kendaraan semakin panjang. Pemerintah ingin memastikan keresahan yang muncul tidak berubah menjadi aksi pembelian BBM secara berlebihan.

Hasil koordinasi pun memberikan kepastian. Sales Branch Manager (SBM) II Fuel PT Pertamina Patra Niaga SulutGo, Aditya Taufiq Ramadhan, memastikan stok dan kuota BBM untuk Kota Kotamobagu berada dalam kondisi normal.

“Dari pihak PT Pertamina kita bisa memastikan untuk kuota dan stok pasokan di Kota Kotamobagu dalam kondisi normal. Kita juga akan terus memonitor dan memberikan atensi khusus kepada Kota Kotamobagu terkait dengan antrean dan kondisi SPBU di Kota Kotamobagu,” jelas Aditya.

Dengan demikian, antrean panjang yang terjadi bukan disebabkan oleh terhentinya pasokan atau kekurangan stok BBM.

Noval menjelaskan, berdasarkan keterangan Pertamina, kondisi tersebut lebih dipengaruhi meningkatnya pembelian masyarakat akibat kekhawatiran akan ketersediaan BBM.

“Adapun antrean kendaraan yang terjadi di sejumlah SPBU, bukan disebabkan oleh kekurangan stok BBM, melainkan lebih dipengaruhi oleh kepanikan masyarakat yang kemudian mendorong peningkatan pembelian BBM,” ungkapnya.

Pemkot Tak Berhenti di Meja Rapat
Upaya Pemkot Kotamobagu tidak berhenti pada rapat koordinasi.
Usai pertemuan, pemerintah bersama Pertamina, TNI dan Polri langsung turun ke lapangan untuk memantau kondisi penyaluran BBM di SPBU Kotobangon.

Pemantauan ini dilakukan untuk memastikan distribusi berjalan normal sekaligus melihat secara langsung situasi antrean kendaraan.
Langkah tersebut menunjukkan bahwa pemerintah tidak ingin hanya menerima informasi berdasarkan laporan, tetapi turun langsung memastikan kondisi di lapangan sekaligus mencari solusi terhadap keresahan warga.

Rakor turut dihadiri Kabag Ops Polres Kotamobagu AKP Rusdin Zima, S.E., Pasi Intel Kodim 1303 Bolaang Mongondow Kapten Inf. Muyassir, S.I.P., Checker Fuel II PT Pertamina Patra Niaga SulutGo Daffa Aslam, Kepala Bagian Perekonomian dan Pembangunan Setda Kota Kotamobagu Melky Mokoginta, S.T., Kepala Dinas Perhubungan Marham Anas Tungkagi, S.E., Kepala Dinas Satpol PP dan Damkar Nasli Paputungan, S.E., serta sejumlah personel TNI dan Polri.

Di tengah antrean yang sempat mengular dan kekhawatiran masyarakat, pesan pemerintah bersama Pertamina kini cukup jelas: stok BBM aman, pasokan normal, dan distribusi terus dipantau.

Masyarakat pun diminta tidak panik dan tidak melakukan panic buying. Pemerintah Kota Kotamobagu memastikan persoalan ini tetap menjadi perhatian dan akan terus dikawal agar kebutuhan BBM masyarakat tetap terpenuhi serta situasi di lapangan kembali kondusif.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular