Sabtu, Oktober 10, 2026
BerandaDAERAHBOLMONGPecahkan Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Serap 4,11 Juta Ton Beras! Bolmong Raya...

Pecahkan Rekor Sepanjang Sejarah, BULOG Serap 4,11 Juta Ton Beras! Bolmong Raya Capai 797 Ton

Berita-BMR.com | Kotamobagu – Perum BULOG menorehkan sejarah baru dalam upaya memperkuat ketahanan pangan nasional. Hingga 8 Oktober 2026, realisasi pengadaan beras melalui skema Public Service Obligation (PSO) mencapai 4.115.014 ton setara beras, atau 102,88 persen dari target penugasan Pemerintah sebesar 4 juta ton.

Pencapaian ini tidak hanya melampaui target nasional sebelum berakhirnya tahun 2026, tetapi juga menjadi realisasi pengadaan tertinggi sepanjang sejarah BULOG berdiri.

Rekor tersebut sekaligus melampaui capaian pengadaan tahun 2025 yang tercatat sebesar 3.191.969 ton setara beras. Bahkan, realisasi tahun ini melampaui rekor sebelumnya pada 2012, ketika BULOG berhasil mengadakan 3,65 juta ton beras.

Di tengah pencapaian nasional tersebut, BULOG Kantor Cabang Bolaang Mongondow juga mencatatkan kontribusi melalui penyerapan hasil produksi petani lokal di wilayah Bolaang Mongondow Raya (BMR).

Pemimpin Cabang (Pincab) BULOG Kantor Cabang Bolaang Mongondow, Kristian Prasetia, mengungkapkan bahwa hingga tahun 2026, pihaknya telah berhasil menyerap 797 ton setara beras dari petani lokal di Bolaang Mongondow Raya.

Menurut Kristian, pencapaian target nasional bukan menjadi alasan untuk menghentikan penyerapan hasil panen petani. Sebaliknya, BULOG akan tetap melanjutkan pembelian gabah hingga penghujung tahun demi menjaga stabilitas harga di tingkat produsen.

“Walaupun target nasional telah tercapai, kami akan terus menyerap gabah petani hingga akhir tahun 2026 untuk memastikan harga gabah petani tetap terjaga dan menjamin kesejahteraan petani,” tegas Kristian.

Komitmen BULOG Kantor Cabang Bolaang Mongondow tersebut menjadi bagian dari upaya memperkuat posisi petani lokal dalam rantai pasok pangan. Penyerapan hasil produksi diharapkan mampu memberikan kepastian pasar bagi petani sekaligus mendukung keberlanjutan produksi beras di wilayah Bolaang Mongondow Raya.

Sementara itu, secara nasional, keberhasilan BULOG melampaui target pengadaan tidak terlepas dari kerja kolektif seluruh jajaran perusahaan yang bergerak di berbagai daerah sentra produksi. Proses penyerapan melibatkan petani, kelompok tani, mitra penggilingan, serta berbagai pemangku kepentingan yang mendukung penguatan cadangan pangan Pemerintah.

Untuk mengoptimalkan pengadaan sepanjang 2026, BULOG juga memperkuat jaringan pembelian di tingkat produksi, memaksimalkan kesiapan sarana penyimpanan dan pergudangan, serta mempercepat penyerapan pada momentum panen.

Langkah tersebut ditujukan agar hasil panen petani terserap secara optimal dan cadangan beras Pemerintah semakin kuat untuk menopang kebutuhan masyarakat.

Direktur Utama Perum BULOG, Letnan Jenderal TNI (Purn) Dr. Ahmad Rizal Ramdhani, S.Sos., S.H., M.Han., menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan BULOG dan pihak-pihak yang telah berkontribusi dalam pencapaian bersejarah tersebut.

Ia menegaskan, realisasi pengadaan yang menembus 4 juta ton setara beras bukan sekadar pencapaian angka, melainkan hasil kerja keras, dedikasi, dan keterlibatan jajaran BULOG dalam memastikan hasil produksi petani dapat terserap dengan baik.

“Capaian lebih dari 4 juta ton setara beras yang memecahkan rekor capaian tertinggi sepanjang BULOG berdiri ini bukan sekadar angka. Di baliknya ada kerja keras, dedikasi, dan semangat seluruh insan BULOG di berbagai penjuru Indonesia yang terus bergerak, turun langsung ke lapangan, mendampingi petani, serta memastikan hasil panen dapat terserap dengan baik. Keberhasilan melampaui target ini menjadi bukti bahwa dengan kerja bersama, amanah Pemerintah dapat kita jalankan secara optimal,” ujar Ahmad Rizal.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada Tuhan Yang Maha Esa, Presiden, Kementerian Koordinator Bidang Pangan, Kementerian Pertanian, Badan Pangan Nasional, TNI, pemerintah daerah, petani, penyuluh, mitra kerja, serta seluruh pihak yang telah mendukung pelaksanaan tugas BULOG.

Menurutnya, capaian tersebut harus menjadi dorongan bagi perusahaan untuk terus memberikan manfaat kepada petani, menjaga ketersediaan pangan bagi masyarakat, dan memperkuat ketahanan pangan Indonesia.

Perkuat Tiga Pilar Ketahanan Pangan
Rekor pengadaan beras tahun 2026 ini menjadi kado menjelang dua tahun kepemimpinan Presiden Prabowo Subianto. Capaian tersebut sekaligus memperkuat peran strategis BULOG dalam menopang tiga pilar ketahanan pangan nasional, yakni menjaga ketersediaan pangan, mendukung stabilisasi harga di tingkat produsen dan konsumen, serta mengelola Cadangan Beras Pemerintah (CBP).

Dengan pengadaan yang kuat di tingkat hulu, Pemerintah memiliki fondasi stok yang semakin kokoh untuk mendukung berbagai program stabilisasi dan penyaluran pangan kepada masyarakat.

Bagi petani di Bolaang Mongondow Raya, keberlanjutan penyerapan gabah hingga akhir tahun menjadi hal penting untuk menjaga kepastian pasar dan kestabilan harga hasil panen.
Dengan realisasi nasional yang telah mencapai 102,88 persen dan kontribusi penyerapan lokal sebanyak 797 ton setara beras, BULOG diharapkan terus memperkuat sinergi dari pusat hingga daerah.

Upaya tersebut menjadi bagian dari langkah berkelanjutan untuk mendukung swasembada pangan, memperkuat cadangan beras nasional, serta memastikan hasil kerja keras petani memberikan manfaat nyata bagi ketahanan pangan Indonesia.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular