Minggu, November 8, 2026
BerandaDAERAHBOLMONGKrisis Air Bersih Hantam Poigar, BPBD Bolmong Bergerak Salurkan 4.000 Liter Air...

Krisis Air Bersih Hantam Poigar, BPBD Bolmong Bergerak Salurkan 4.000 Liter Air untuk Warga

Berita-BMR.com | BOLMONG – Di tengah ancaman kekeringan akibat musim kemarau dan fenomena El Nino, kebutuhan air bersih menjadi persoalan serius bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kecamatan Poigar, Kabupaten Bolaang Mongondow (Bolmong).

Merespons kondisi tersebut, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bolmong melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bergerak cepat menyalurkan bantuan air bersih bagi warga yang terdampak.

Kali ini, Desa Tanjung Mariri menjadi sasaran distribusi bantuan. Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Bolmong bersama Kepala BPBPK Provinsi Sulawesi Utara turun langsung ke lokasi untuk memastikan kebutuhan dasar masyarakat tetap terpenuhi, Sabtu (7/11/2026).

Sebanyak 4.000 liter air bersih didistribusikan menggunakan satu unit mobil tangki milik BPBPK Sulawesi Utara. Proses penyaluran yang dilakukan personel TRC BPBD tersebut berlangsung hingga pukul 13.30 WITA.

Meski hujan mulai mengguyur beberapa wilayah di Kabupaten Bolmong, kondisi tersebut belum sepenuhnya memulihkan ketersediaan air bersih. Sejumlah sumber air milik warga, khususnya sumur, masih belum kembali normal sehingga masyarakat tetap kesulitan memenuhi kebutuhan air untuk aktivitas sehari-hari.

Penyaluran bantuan ini menjadi bagian dari langkah penanganan darurat pemerintah daerah dalam mengantisipasi dan meminimalkan dampak bencana kekeringan.

Sebelumnya, Pemkab Bolmong telah menetapkan status tanggap darurat melalui Surat Keputusan Nomor 396 Tahun 2026 tentang Tanggap Darurat Kekeringan, Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla), serta Angin Kencang.

Selain itu, pemerintah daerah juga menerbitkan SK Nomor 397 Tahun 2026 tentang Aktivasi Posko. Kedua keputusan tersebut ditetapkan pada 1 Oktober 2026.

Melalui langkah penanganan tersebut, pemerintah berharap bantuan air bersih dapat meringankan beban masyarakat, khususnya warga Desa Tanjung Mariri yang hingga kini masih merasakan dampak krisis air bersih.

Di tengah kondisi cuaca yang belum sepenuhnya bersahabat, kehadiran pemerintah melalui aksi nyata di lapangan menjadi bagian penting dalam memastikan masyarakat tetap mendapatkan akses terhadap kebutuhan dasar, terutama air bersih.

RELATED ARTICLES
- Advertisment -

Most Popular