Berita-BMR.COM | Bolmong – Komitmen Pemerintah Kabupaten Bolaang Mongondow dalam memperkuat perlindungan terhadap perempuan dan anak terus diwujudkan melalui peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Salah satunya dengan menggelar Pelatihan Manajemen dan Penanganan Kasus yang dilaksanakan Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P3A) Kabupaten Bolaang Mongondow, Kamis (25/6/2026), di Hotel Sutan Raja Kotamobagu.
Kegiatan yang dibuka langsung oleh Kepala Dinas P3A Bolmong, Rio Lombone, tersebut menghadirkan peserta dari berbagai unsur yang terlibat dalam layanan perlindungan perempuan dan anak. Pelatihan ini menjadi wadah untuk memperkuat pemahaman, keterampilan, serta koordinasi dalam menangani berbagai persoalan yang terjadi di tengah masyarakat.
Dalam sambutannya, Rio Lombone menegaskan bahwa tantangan dalam penanganan kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak semakin kompleks seiring berkembangnya berbagai modus kejahatan dan bentuk kekerasan baru. Karena itu, peningkatan kompetensi aparatur dan para pemangku kepentingan menjadi kebutuhan yang tidak dapat ditawar.
“Perkembangan kasus yang terjadi saat ini menuntut kita untuk terus meningkatkan kemampuan dan pengetahuan agar setiap laporan dapat ditangani secara cepat, tepat, dan sesuai dengan prosedur yang berlaku,” ujarnya.
Menurut Rio, pelatihan ini tidak hanya bertujuan meningkatkan kapasitas teknis peserta, tetapi juga memperkuat kesiapsiagaan dalam menghadapi berbagai ancaman yang menyasar kelompok rentan di masyarakat.
Ia mengungkapkan bahwa perempuan, anak-anak, serta keluarga dengan kondisi sosial ekonomi terbatas masih menjadi kelompok yang paling berisiko mengalami berbagai bentuk kekerasan dan eksploitasi. Kondisi tersebut membutuhkan perhatian serius dan langkah penanganan yang terintegrasi dari seluruh pihak.
Lebih lanjut, Rio menekankan pentingnya membangun sinergi lintas sektor dalam upaya pencegahan maupun penanganan kasus. Menurutnya, keberhasilan perlindungan perempuan dan anak tidak dapat dilakukan oleh satu instansi semata, melainkan membutuhkan kolaborasi yang kuat antara pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tenaga kesehatan, lembaga layanan, hingga masyarakat.
“Perlindungan perempuan dan anak merupakan tanggung jawab bersama. Dengan kerja sama yang solid dan koordinasi yang baik, kita dapat memastikan setiap korban mendapatkan perlindungan, pendampingan, dan keadilan yang layak,” tegasnya.
Melalui pelatihan ini, Dinas P3A Bolmong berharap lahir sumber daya manusia yang semakin profesional, responsif, dan memiliki perspektif perlindungan yang kuat dalam menangani berbagai kasus yang terjadi di daerah, sehingga upaya mewujudkan lingkungan yang aman dan ramah bagi perempuan serta anak dapat semakin optimal.


