Berita-BMR.com | KOTAMOBAGU — Peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) Tahun 2026 di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu berlangsung khidmat dan penuh semangat, Rabu (6/5/2026), di Alun-alun Boki Hontinimbang. Upacara dipimpin langsung oleh Wali Kota Kotamobagu, dr. Weny Gaib, Sp.M., dengan menegaskan pentingnya pendidikan sebagai fondasi pembangunan manusia yang berkarakter dan berdaya saing.
Dalam kesempatan tersebut, Wali Kota membacakan pidato Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Republik Indonesia, Abdul Mu’ti, yang menekankan bahwa Hardiknas bukan sekadar seremoni tahunan, melainkan momentum reflektif untuk memperkuat arah dan semangat pendidikan nasional.
Pendidikan, dalam pandangan pemerintah, merupakan proses yang dilandasi ketulusan serta kasih sayang untuk memanusiakan manusia. Lebih dari itu, pendidikan diarahkan pada upaya menemukan dan mengembangkan potensi dasar setiap individu sebagai makhluk yang mulia.
Sejalan dengan visi pembangunan nasional yang tertuang dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto, sektor pendidikan ditempatkan sebagai instrumen strategis dalam mencetak sumber daya manusia unggul, tangguh, dan kompetitif. Untuk itu, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mendorong implementasi pendekatan pembelajaran mendalam (deep learning) sebagai program prioritas peningkatan mutu pendidikan.
Dalam kurun waktu 18 bulan terakhir, berbagai langkah strategis telah ditempuh guna membangun fondasi “pendidikan bermutu untuk semua”. Pendekatan ini diwujudkan melalui penguatan ekosistem pendidikan yang mengintegrasikan empat pusat utama, yakni sekolah, keluarga, masyarakat, dan media.
Namun demikian, keberhasilan program pendidikan tidak dapat dicapai secara parsial. Dukungan luas dari masyarakat, dunia usaha, serta berbagai lembaga mitra menjadi elemen kunci dalam memastikan keberlanjutan dan efektivitas kebijakan pendidikan.
Pidato tersebut juga menegaskan pentingnya tiga pilar utama dalam implementasi kebijakan pendidikan, yakni pola pikir maju, mental yang kuat, serta misi yang terarah. Tanpa ketiganya, berbagai program dikhawatirkan hanya berhenti pada tataran administratif tanpa memberikan dampak nyata.
Usai pelaksanaan upacara, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan komitmen bersama dalam mendukung Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) di Kota Kotamobagu. Komitmen tersebut menekankan prinsip objektivitas, akuntabilitas, transparansi, serta non-diskriminasi dalam proses penerimaan peserta didik.
Rangkaian kegiatan Hardiknas turut diwarnai dengan penyerahan sertifikat bagi bakal calon kepala sekolah yang dinyatakan lulus seleksi Kementerian, pemberian penghargaan kepada pemenang Lomba Duta Cegah Stunting Remaja 2026, serta apresiasi bagi pemenang lomba yang diselenggarakan Tim Penggerak PKK dalam rangka Hari Kartini dan Hari Bumi.
Suasana semakin semarak dengan penampilan seni dari para pelajar, mulai dari drum band siswa TK Bhayangkari, tarian dari TK Negeri Islam Al-Ikhlas Poyowa Besar Dua, hingga tari kreasi dari siswa madrasah ibtidaiyah dan SMP Negeri 4 Kotamobagu.
Upacara ini juga dihadiri Wakil Wali Kota Kotamobagu Rendy Virgiawan Mangkat, unsur Forkopimda, jajaran TNI-Polri, pimpinan instansi vertikal, serta para guru dan aparatur sipil negara di lingkungan Pemerintah Kota Kotamobagu. Momentum ini sekaligus menjadi penegas komitmen bersama dalam membangun pendidikan yang inklusif, berkualitas, dan berkelanjutan di daerah.


